Entri Populer

Kamis, 27 Oktober 2011

Rindu Rindu

Aku rindu ...
Pertemuan rahasia kita
Yang dulu hampir setiap malam
Aku rela terjaga
Meski hanya singkat
Terhitung dalam bilangan raka'at

Aku rindu ...
Malam malam bersama Mu
Mereguk manisnya bercakap
Merengkuh hangatnya berharap
Bersatu padu dalam untaian doa

Rindu...
Rindu ...
Rindu...


4 komentar:

  1. makasih buanget sampun kerso mampir mriki. Ditunggu kehadiranya lagi di sesi selanjutnya.hehehe

    BalasHapus
  2. "PUISI CINTA BUAT ISTRI TERCINTA"

    Di matamu ada cahaya,...saat bibir kecil itu berkata...maak,,!
    engkau tersenyum.
    Di matamu ada air mata...saat kaki dan tangan mungilnya merangkak
    mencari jalan untuk ia lewati.
    Engkau malah menangis,...
    karena engkau melihat...ia yang tertatih
    tumbuh dalam dunia yang belum ia mengerti.
    Dunia yang kadang menawarkan surga
    kadang menciptakan neraka.
    Ia begitu bersih dengan fithrah Allah
    sebagai anugerah hidup dan kehidupan.
    Maka...., aku mengajakmu...........istriku...
    menggamit tangan mungilnya........dengan cinta
    mendekap tubuh lembutnya ....dengan ketulusan
    dan tak pernah lelah....ajak dia berbicara...dengan bahasa hati.....
    bahasa yang Allah ajarkan sejak kita dipilih menjadi manusia.
    jangan pernah lepaskan tangan kita
    meski persoalan dunia berusaha menceraiberaikan..
    karena Allah telah ajarkan
    bahwa tanganNYA merengkuh kita semua
    bila kita sering berbicara kepadaNYA.
    Istriku...........,kuingin ajak engkau
    ajari anak kita bernyanyi
    dengan irama kalamNYA
    agar ia bisa tumbuh bersama nada-nada lembut
    yang mengalir di seluruh jasad rohaninya
    menjadi simphony hidup dan dunianya yang indah
    sebagai wujud keindahan Allah di semesta.
    Istriku..........,
    mari kita tampung air mata kita
    dengan gelas keikhlasan
    agar si mungil dapat minum sepuas hati
    dan berharap.......ia tumbuh
    sebagai anak berbakti
    yang selalu bicara dengan bahasa hati
    bahasa yang Allah ajarkan
    agar kita mengerti....., bahwa
    kepadaNYA kita pasti akan kembali.

    BalasHapus
  3. Alangkah bahagianya,...
    seandainya maut menjemput
    kita sedang berurai airmata
    merasakan manisnya iman
    dalam sujud penghambaan
    rindu akan perjumpaan denganNYA.

    Alangkah indahnya
    airmata yg selalu berlinang
    dari munajat seorang anak yg shalih
    kepada Allah....
    merindukan kemuliaan dan keselamatan
    bagi kedua orangtuanya.

    Taburan doanya menjadi cahaya
    yg menerangi dari gelapnya alam kubur
    doa-doanya
    mengantarkan kepulangan orang tuanya pada Allah
    dengan Husnul Khatimah

    Rintihan Munajatnya
    menjadi benteng yg kokoh
    sebagai penghalang dari adzab dan siksa kubur.

    Doa yg tiada putus mengalir
    dari ketulusan dan keheningan hati
    agar orangtuanya dalam kasih sayang Allah.

    BalasHapus